Hubungan Paparan Asap Rokok Dengan Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan Di Posyandu Manggis 14 Desa Kemuning LOR Kecamatan Arjasa
Abstract
Abstrak
Latar Belakang: Stunting, kegagalan tumbuh kembang akibat gizi kronis, menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Di Kabupaten Jember, khususnya Desa Kemuning Lor dan Posyandu Manggis 14, angka stunting tergolong tinggi. Selain gizi, paparan asap rokok diakui sebagai faktor risiko; di wilayah Puskesmas Arjasa, 3.206 dari 42.435 penduduk teridentifikasi sebagai perokok. Kondisi ini meningkatkan risiko paparan pada ibu hamil dan balita, sebab zat berbahaya dari asap rokok dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan fungsi fisiologis anak. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel 49 ibu dengan balita usia 12-59 bulan diperoleh melalui Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran langsung dan kuesioner. Analisis data meliputi univariat untuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Ditemukan 57% balita memiliki gizi normal dan 43% mengalami stunting. Paparan asap rokok didominasi kategori rendah (57%) dan sedang (22%). Uji Spearman Rank menunjukkan hubungan signifikan antara paparan asap rokok dengan stunting (ρ = 0,487; p = 0,000) dengan kekuatan sedang. Kesimpulan: Paparan asap rokok berhubungan signifikan dengan kejadian stunting, di mana semakin tinggi paparannya, semakin besar risiko stunting pada balita.
Kata Kunci: Paparan asap rokok, stunting, balita, perokok pasif, residu asap rokok.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rizky Putri Dwi Cecia, Dian Aby Restanty

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







