Penerapan Kompres Dingin Sebagai Intervensi Menurunkan Skala Nyeri Post ORIF Proximal Femur Di Rumah Sakit Jakarta Barat
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.21107Abstract
Fraktur adalah kondisi tulang retak atau patah. Meskipun mampu menahan tekanan atau benturan hingga batas tertentu, tulang akan patah jika tekanannya terlalu besar. Kompres dingin dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan nyeri pasca operasi ORIF (Open Reduction and Internal Fixation). Kompres dingin membantu mengurangi peradangan, pembengkakan, dan nyeri dengan cara mempersempit pembuluh darah, mengurangi aliran darah ke area yang cedera, dan menurunkan sensitivitas saraf. Laporan kasus ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan kompres dingin untuk menurunkan tingkat nyeri pada pasien post ORIF Proximal Femur. Metode pada laporan kasus ini adalah studi kasus pada pasien post ORIF Proximal Femur karena ketidaknyamanan rasa nyeri. Dilaukan dengan intervensi kompres dingin 2 kali dalam 1 hari selama 3 hari. Instrumen yang digunakan yaitu menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil laporan kasus ini menunjukkan bahwa dengan diberikan intervensi kompres dingin selama 3 hari terjadi penurunan tingkat nyeri yang signifikan dari skala 5 menjadi skala 2. Kompres dingin ini sebagai terapi non farmakologis yang efektif dalam standar intervensi asuhan keperawatan untuk menurunkan skala nyeri post ORIF Proximal Femur.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Suryandana, Titik Juwariah, Edi Santoso

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







