Shintoisme: Sejarah dan Hubungan dengan Alam
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20869Keywords:
Shintoisme, Ritual, Pelestarian lingkunganAbstract
Shintoisme, sebagai agama asli Jepang, merupakan sebuah sistem kepercayaan yang menghormati kami, dewa-dewa, roh-roh, dan esensi spiritual yang tersembunyi dalam alam. Artikel ini menguraikan asal-usul, evolusi, dan prinsip fundamental Shintoisme, dengan penekanan pada pemujaan Amaterasu, dewi Matahari, yang menjadi inti dari sistem kepercayaan ini. Shintoisme muncul sebagai hasil integrasi antara animisme dan pengagungan kekuatan alam, ditandai dengan serangkaian ritual yang kaya, termasuk upacara pemurnian dan festival Matsuri. Dalam konteks sejarah, Shinto diresmikan sebagai agama negara pada tahun 1396 dan mengalami perkembangan yang pesat setelah kedatangan agama Buddha. Dengan mengedepankan hubungan yang seimbang antara manusia dan alam, Artikel ini juga mengelaborasi beragam praktik keagamaan dan lokasi sakral dalam Shintoisme, serta dampak ajarannya terhadap upaya pelestarian lingkungan.
References
Adriani, S. D. “Eksistensi Agama Shinto Dalam Pelaksanaan Matsuri Di Jepang.” Eksistensi Agama Shinto Dalam Pelaksanaan Matsuri Di Jepang, 1 (2007).
Amanda, Tasya Amanda. “SEJARAH AGAMA SHINTO DAN PERKEMBANGANNYA DI JEPANG.” Al-Hikmah: Jurnal Studi Agama-Agama 9, no. 2 (2023): 168–81.
Brafangestu Candra, D N, Idah Hamidah, and Diana Puspitasari. “Kepercayaan Dan Praktik Shinto Dalam Anime Noragami,” 2021.
Breen, John, and Mark Teeuwen. A New History of Shinto. John Wiley & Sons, 2010.
Gayo, Iwan. Buku Pintar Seri Junior. Grasindo, 1985.
Hamdi, Ahmad Zainul. “Agama Di Tengah Jaring-Jaring Dunia Modern.” Religió Jurnal Studi Agama-Agama 3, no. 2 (2013).
Marlina, Mei. “Doktrin Shinto Tentang Konservasi Lingkungan,” n.d.
Mulyadi, Budi. “Konsep Agama Dalam Kehidupan Masyarakat Jepang.” Jurnal Izumi 1, no. 1 (2017).
Nadroh, Siti, and Syaiful Azmi. Agama-Agama Minor. Kencana, 2015.
NAGAHAMA, KARYA SUTRADARA HIROSHI, and IMADUDDIN ARDIANSYAH. “BENTUK-BENTUK PENGHORMATAN MASYARAKAT JEPANG TERHADAP KAMI YANG TERCERMIN DALAM ANIME MUSHISHI ZOKU SHOU SEASON 1 DAN 2,” n.d.
Nurlidiawati, Nurlidiawati. “Sejarah Agama-Agama (Studi Historis Tentang Agama Kuno Masa Lampau).” Rihlah: Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan 3, no. 01 (2015): 88–108.
RANTO, RANTO. “ANALISIS PERGESERAN FUNGSI DAN MAKNA SEIJINSHIKI PADA MASYARAKAT JEPANG KONTEMPORER.” KODEPT043131# SekolahTinggiBahasaAsingJIA, 2018.
SHALIHAH, BUNGA MAR’ATUSH. “PERANAN RITUAL DAN FESTIVAL (MATSURI) DALAM SHINTO BAGI MASYARAKAT JEPANG,” n.d.
Siri, Hasnani. “Sejarah Agama-Agama.” Trust Media, 2016.
Situmorang, Jonar. Mengenal Agama Manusia: Mempelajari Dan Memahami Agama-Agama Manusia Untuk Menciptakan Ketentraman Dan Rasa Solidaritas. PBMR ANDI, 2021.
Sopandi, Setiadi. Sejarah Arsitektur: Sebuah Pengantar. Gramedia Pustaka Utama, 2013.
Suwantana, I Gede. Ekosofi: Studi Filsafat Lingkungan. Nilacakra, 2022.
Ulah, Rif’ah Fatkhul, and Cicilia Tantri Suryawati. “Tradisi Dalam Budaya Jepang Pada Anime Konohana Kitan Karya Sakuya Amano: Kajian Folklor Sebagian Lisan.” AYUMI: Jurnal Budaya, Bahasa Dan Sastra 11, no. 1 (2024): 78–90.
Wahyuni, Dyah Arum Tri, and Budi Santoso. “Makna Tradisi Hatsumoude (初詣) Menurut Kepercayaan Shinto Di Jepang.” KIRYOKU 8, no. 2 (n.d.): 280–92.
Yamakage, Motohisa. The Essence of Shinto: Japan’s Spiritual Heart. Kodansha International, 2006.
Zazuli, Mohammad. “Sejarah Agama Manusia.” Yogyakarta: Narasi, 2018.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Heru Syahputra, Farhan Ardiansyah Harahap, Luni Bancin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







