Analisis Keseimbangan Supply dan Demand Tenaga Kesehatan di Indonesia

Authors

  • Dewi Probo Astuti Universitas Respati Indonesia
  • Clara Meilindawaty Situmorang Universitas Respati Indonesia
  • Sri Evehulisa Pinem Universitas Respati Indonesia
  • Budi Hartono Fakultas Kesehatan, Universitas Hang Tuah Pekanbaru
  • Alfani Ghutsa Daud Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20841

Keywords:

Penawaran, Permintaan, Tenaga Kesehatan di Indonesia

Abstract

Abstrak
Ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan tenaga kesehatan masih menjadi isu mendesak dalam sistem kesehatan Indonesia, terutama di daerah terpencil dan tertinggal (3T). Meskipun jumlah tenaga kesehatan terus meningkat secara nasional, distribusinya belum merata dan masih terkonsentrasi di kota-kota besar, sementara daerah terpencil mengalami kekurangan yang signifikan. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan pendekatan sintesis naratif kualitatif untuk mengkaji kondisi ketersediaan tenaga kesehatan di Indonesia saat ini. Penelitian ini menganalisis ketidakseimbangan (maldistribusi) antara pasokan dan permintaan tenaga kesehatan dari perspektif ekonomi kesehatan. Penelitian ini juga menganalisis faktor-faktor penyebab ketimpangan distribusi tenaga kesehatan di Indonesia dari perspektif kebijakan, sosial, dan ekonomi, seperti terbatasnya lulusan, kebijakan yang belum terintegrasi, insentif yang minim, dan lemahnya koordinasi lintas sektor. Penelitian ini mengevaluasi kebijakan dan strategi pemerintah untuk mengatasi kekurangan dan ketimpangan tenaga kesehatan. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi untuk perencanaan tenaga kesehatan yang lebih adil, setara, dan berkelanjutan. Analisis ini menunjukkan bahwa perencanaan tenaga kesehatan perlu diperkuat melalui upaya-upaya konkret, seperti menyelaraskan kebijakan pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan; memastikan keterlibatan lintas sektor; mempercepat pencapaian target rasio tenaga kesehatan; meningkatkan beasiswa untuk pendidikan kesehatan; dan menyediakan insentif finansial dan nonfinansial yang menarik dan tepat sasaran. Studi ini merekomendasikan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan untuk memastikan distribusi tenaga kesehatan yang adil dan merata, sebagai langkah penting dalam mendukung pencapaian Cakupan Kesehatan Semesta (UHC) di Indonesia.

References

Agustina, A. (2022). Ekonomi Tentang Supply dan Demand Sumber Daya Pelayanan Kesehatan dan Dampaknya Bagi Masyarkat. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 1(1), 104–113.

Attriani, A. N. (2022). Tantangan Dan Isu Strategis Sumber Daya Kesehatan Manusia Kesehatan Pada Puskesmas Di Indonesia. Jurnal Kesehatan Tambusai, 3(3), 363–368. https://doi.org/10.31004/jkt.v3i3.6102

Candra, C., Lazuardi, L., & Hasanbasri, M. (2016). Ketidakhadiran tenaga kesehatan di puskesmas: analisis data IFLS 2012 di Wilayah Indonesia Timur. Berita Kedokteran Masyarakat, 32(12), 481. https://doi.org/10.22146/bkm.25628

Gunawan, J., & Aungsuroch, Y. (2015). Indonesia health care system and Asean economic community. International Journal of Research in Medical Sciences, 3(7), 1571–1577. https://doi.org/10.18203/2320-6012.ijrms20150231

Harahap. (2019). Pembangunan Kesehatan dengan Menguatkan Sistem Kesehatan Nasional. Kementerian PPN/ Bappenas.

Health, K. K. of. (2024). Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Provinsi, 2023. Badan Pusat Statistik.

Herman, & hasanbasri, mubasysyir. (2008). Evaluasi Kebijakan Penempatan Tenaga Kesehatan di Puskesmas Sangat Terpencil di Kabupaten Buton. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 11(03), 103–111.

Herman, I. F. (2012). Pengaruh insentif terhadap retensi tenaga kesehatan di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK) provinsi Papua tahun 2011. Lib UI, 1 of 111.

Kemenkes RI. (2023). Proyeksi Tenaga Kesehatan Berdasarkan Supply dan Demand/Needs Tahun 2023.

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Analisa Global Health Labor Market. Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan.

Kesehatan, M., & Indonesia, R. (2022). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. 021, 1–11.

Khairunnisa Rahmat, N., & Kesehatan Masyarakat, F. (2024). Analisis Efektivitas Program Nusantara Sehat di Puskesmas Wilayah Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK) serta Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK) dalam mendukung Subsistem Sumber Daya Manusia Kesehatan. December.

Meliala, A. (2009). Mengatasi Maldistribusi Tenaga Dokter di Indonesia. Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM, 02, 2–3.

Muhammad Nur, Syarifuddin Yusuf, & Ayu Dwi Putri Rusman. (2021). Analisis Peningkatan Kinerja Tenaga Kesehatan Melalui Pengembangan Sumber Daya Manusia (Sdm) Di Dinas Kesehatan Kabupaten Sidrap. Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan, 4(2), 190–200. https://doi.org/10.31850/makes.v4i2.557

Nurul Hikmah B, Harpiana Rahman, & Ayu Puspitasari. (2020). Membandingkan Ketimpangan Ketersediaan Tenaga Kesehatan Puskesmas di Wilayah Indonesia Timur. Window of Public Health Journal, 1(1), 31–37. https://doi.org/10.33096/woph.v1i1.8

Pencerah Nusantara. (2019). Transformasi Pengelolaan Tenaga Kesehatan Untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Dasar di Puskesmas DTPK. Makalah Kebijakan Singkat.

Prof. Dr. Achmad Chusnu Romdhoni, dr., Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Onk (K), F. (2025). Ketimpangan dan Kekurangan Tenaga Kesehatan di Indonesia. Unair.Ac.Id.

RI, K. kesehatan. (2022). Dokumen Target Rasio Tenaga Kesehatan. Proceedings of the National Academy of Sciences, 3(1), 1–15.

Rutmauli Hutagaol, Erna Fauziah, Mahdalena, A. R. (2025). DISTRIBUSI TENAGA KESEHATAN PROVINSI DAN STATUS INDIKATOR KESEHATAN NASIONAL: ANALISIS DESKRIPTIF DARI INDONESIA. 7, 447–453. https://doi.org/https://doi.org/10.31539/joting.v7i3.15586

Semarang, P. K. (2024). Belum Merata! 48 Persen Puskesmas di Indonesia Masih Kekurangan Tenaga Kesehatan, Kemenkes Lakukan Transformasi. Poltekkes-Smg.Ac.Id.

Siswanto, Hendarwan, H., Kusumawardani, N., & Handayani, L. (2020). Bunga Rampai Kinerja pembangunan kesehatan di Indonesia: Tantangan, Masalah, dan Solusi. In Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI (Vol. 1).

Sousa, A., Scheffler, R. M., Nyoni, J. & Boerma, T. A. (2013). comprehensive health labour market framework for universal health coverage. Bull. World Health Organ.

Syahdilla, I., & Susilawati, S. (2023). Analisis distribusi sumber daya manusia kesehatan berdasarkan standar ketenagaan Puskesmas di Kabupaten Deli Serdang. Jurnal SAGO Gizi Dan Kesehatan, 4(2), 303. https://doi.org/10.30867/gikes.v4i2.1267

Varpilah, S. T. et al. (2011). Rebuilding human resources for health: A case study from Liberia. Hum. Resour.

World Health Organisation. (2021). Global monitoring report on Universal Health Coverage. The World Bank.

Yulianti, A., S, B. U., & Atika, D. B. (2022). Kinerja Program Nusantara Sehat di Daerah Terpencil Perbatasan dan Kepulauan. 4(1), 141–156.

Downloads

Published

2025-08-01

How to Cite

Astuti, D. P., Situmorang , C. M., Pinem, S. E., Hartono , B., & Daud, A. G. (2025). Analisis Keseimbangan Supply dan Demand Tenaga Kesehatan di Indonesia. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(4), 6159–6174. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20841

Similar Articles

<< < 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.