Implementasi Civic Participation P3BC Dalam Melestarikan Kearifan Lokal Pada Batik Mega Mendung Di Desa Trusmi Kabupaten Cirebon

Authors

  • Intan Permata Adipriyani Universitas Pendidikan Indonesia
  • Iim Siti masyitoh Universitas Pendidikan Indonesia
  • Nisrina Nurul Insani Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20620

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami kontribusi P3BC dalam pelestarian batik, strategi yang dijalankan, serta pentingnya edukasi masyarakat dan regulasi pemerintah dalam menjaga nilai kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengungkap kekhasan dan karakteristik unik kasus pelestarian batik Mega Mendung di Desa Trusmi, Kabupaten Cirebon. Subjek penelitian meliputi pemerintah daerah, pengurus P3BC, perajin, pelaku usaha batik, dan masyarakat lokal, dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, serta instrumen tambahan seperti kuesioner dan catatan lapangan. Data dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diperkuat dengan triangulasi teknik dan sumber, member check, audit trail, dan peer debriefing. Berdasarkan hasil penelitian, pelestarian batik Mega Mendung sebagai warisan budaya khas Cirebon merupakan proses yang kompleks dan berlapis, melibatkan unsur edukasi, sosial, ekonomi, dan teknologi. P3BC berperan sebagai penggerak komunitas dalam mengedukasi generasi muda, memberdayakan pengrajin lokal, serta menjalin kerja sama strategis dengan instansi pemerintah dan sektor pariwisata. Dengan demikian, tantangan serius masih dihadapi, seperti menurunnya minat generasi muda, maraknya batik printing, reduksi nilai filosofis, serta keterbatasan akses terhadap teknologi dan pasar. Oleh karena itu, pelestarian batik Mega Mendung membutuhkan sinergi antaraktor, integrasi nilai budaya ke dalam pendidikan, serta adaptasi terhadap era digital agar tetap relevan dan bermakna lintas generasi.

References

Budiyanti, N. (2016). Strategi Pelestarian Motif Batik Mega Mendung di Sentra Batik Trusmi Cirebon.

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 21(3), 337-350. https://doi.org/10.24832/jpnk.v21i3.338

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: basic Books.

Hildayanti, N. (2023). Digitalisasi Batik sebagai Strategi Pelestarian Budaya di Era 4.0. Jurnal Ilmu

Komunikasi dan Budaya Digital, 5(2), 112-127. https://doi.org/10.25077/jikbd.5.2.2023.112

Karliani, E. (2014) Pendidikan Budaya Lokal sebagai Basis Civic Education. Jurnal Civic Education, 3(1), 7788. https://doi.org/10.21831/jce.v3i1.77

Novi, P.(2023). Nilai-nilai Leksikal dalam Batik Trusmi Cirebon. Jurnal Bahasa dan Sastra, 10(1), 45-58.

https://doi.org/1022146/jbs.10.1.45

Pamelasari, N. (2013). Nilai-nilai dalam batik sebagaai Cerminan Budaya Nusantara. Jurnal Pendidikan

Seni Rupa, 1(2), 123-134. https://doi.org/10.25077/jpsr.1.2.2013.123

Setiyawan, B. (2023). Civic Participation dalam Pelestarian Budaya Tradisional. Jurnal Sosial Humaniora,

12(1), 89-103. HTTPS://DOI.ORG/10.23887/JSH.V12I1.2023.89

Suharson, A. (2021). Budaya Lokal dan Tantangan Modernisasi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 25(2),

145-158. https://doi.org/10.24832/jpnk.v25i2.145

Wargiran, M. (2012). Pengembangan Karakter Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Pendidikan dan

Kebudayaan, 18(4), 679-689. https://doi.org/10.24832/jpnk.v18i4.679

Wahyuni, S., & Izzati, S. (2020). Peran Komunitaas Batik dalam Pelestarian Budaya Lokal. Jurnal

Antropologi Indonesia, 41(2), 211-225. https://doi.org/10.7454/jai.v41i2.211

Downloads

Published

2025-08-09

How to Cite

Adipriyani, I. P., masyitoh, I. S., & Insani, N. N. (2025). Implementasi Civic Participation P3BC Dalam Melestarikan Kearifan Lokal Pada Batik Mega Mendung Di Desa Trusmi Kabupaten Cirebon. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(4), 7967–7980. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20620