Hubungan Status Gizi dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Permata Kuningan Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20348Abstract
Gagal ginjal kronis merupakan kondisi medis yang ditandai dengan menurunnya fungsi ginjal secara bertahap dan permanen, disebabkan oleh berbagai penyakit yang memengaruhi organ ginjal. Untuk menjaga stabilitas kondisi kesehatan dan mencegah perburukan lebih lanjut, pasien dengan kondisi ini memerlukan terapi hemodialisis secara berkesinambungan. Penurunan status gizi kerap dijumpai pada pasien hemodialisis, yang turut memengaruhi kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara status gizi dan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisis di RS Permata Kuningan pada tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional), melibatkan total populasi sebanyak 76 orang yang dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner KDQOL-SF 36. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi baik (65,8%) dan kualitas hidup yang baik (75%). Uji Spearman Rank menunjukkan nilai p = 0,271 (p > 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RS Permata Kuningan tahun 2025.
Kata Kunci : Chronic Kidney Failure, Hemodialysis, Nutritional Status, Quality of Life
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Malika Zakiah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







