Pemaknaan Audiens Terhadap Maskulinitas Pria Metroseksual (Studi Analisis Resepsi pada Konten YouTube JRyan Karsten)
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20252Abstract
Konsep konstruksi maskulinitas telah banyak mengalami perubahan, sebagai contoh ditandai dengan munculnya istilah metroseksual yang telah menjadi sebuah fenomena sosial yang signifikan di masa sekarang. J Ryan Karsten dalam konten YouTubenya menggambarkan pria metroseksual sebagai seseorang yang menaruh kepedulian terhadap penampilannya. Stereotip gender tradisional menilai hal tersebut sebagai sebuah hal lebih cenderung mengacu pada sifat feminin sehingga kemunculan fenomena pria metroseksual tersebut menimbulkan isu toxic masculinity.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan khalayak terhadap maskulinitas pria metroseksual dalam konten video pada Channel YouTube JRyan Karsten. Data yang digunakan yaitu teks media dan pemaknaan dari informan yang dipilih tentang bagaimana pemaknaan khalayak terhadap konstruksi maskulinitas gaya hidup pria metroseksual pada konten video channel YouTube JRyan Karsten. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode reception analysis oleh Stuart Hall. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemaknaan pesan yang disampaikan oleh encoder dapat diterima oleh hampir seluruh informan, yakni representasi maskulin yang ditampilkan dalam konten video channel YouTube JRyan Karsten masih memenuhih karakteristik maskulin. Melalui wawancara dengan lima narasumber, terdapat empat informan yang berada pada posisi pemaknaan dominant dan satu informan pada posisi pemaknaan oposisi. Ke empat informan yang berada di posisi pemaknaan dominant menanggapi hal tersebut sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan oleh J Ryan Karsten dalam konten video pada channel YouTubenya. Sedangkan satu informan yang berada pada posisi pemaknaan oposisi telah membentuk pemaknaan yang berbeda dari pemaknaan dominant. Audiens tidak begitu saja menerima pesan media, namun latar belakang dan pengalaman tersendiri memberikan pengaruh dalam proses pemaknaan audiens. Dengan demikian, hasil dari pemaknaan (decoding) ini bersifat linear yang menjadikan keberagaman pemaknaan (decoding) audiens terhadap Representasi maskulinitas yang ditampilan dalam konten video pada channel YouTube JRyan Karsten.
References
Apriadi. (2013). Literasi Media: Cerdas Bermedia Khalayak Media Massa. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Hornby, A.S. (2005). Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English, 5th Ed. Oxford: Oxford University Press.
David, F. R., (2009). Strategic Management, Konsep Manajemen Strategik. Jakarta: Salemba Empat.
Ahmadi, N.,. YouTube. Hidayah. (2017). Analisis pemeliharaan mesin blowmould dengan metode rcm di PT. CCAI. Jurnal Optimasi Sistem Industri, 16(2), 167-170.
Apriati. YouTube. (2017). Representasi Maskulinitas dalam Iklan Rokok dan Susu L-Men. Banjarmasin: Universitas Lambung Mangkurat.
Bungin, B. (2011). Konstruksi Sosial Media Massa: Kekuatan Pengaruh Media Massa, Iklan Televisi, Dan Keputusan Konsumen Serta Kritik Terhadap Peter. L Berger & Thomas Luckmann. Jakarta: Kencana.
Desvira, J., Lasmery R. M. G. (2020). Toxic masculinity dalam Sistem Patriarki (Analisis Wacana Kritis Van Dijk Dalam Film “Posesif”). Jurnal Semiotika. 14(1), 8-23.
Drianus, O. (2019). 1(1), Hegemonic Masculinity (Wacana Relasi Gender dalam Tinjauan Psikologi Sosial). Journal of Psychology, Religion, and Humanity. 1(1), 36-50.
Deviyanita. (2018). Studi Reception Analysis Penonton Perempuan tentang Konsep Fatherhood dalam Tayangan The Return of Superman. Universitas Brawijaya: Malang.
Evelyn, S. YouTube. (2020) Pemaknaan Maskulinitas Pria Metroseksual. Tangerang: Universitas Multimedia Nusantara.
Faiqah, F., Nadjib, M., & Amir. A. S. (2016). YouTube Sebagai Sarana Komunikasi Bagi Komunitas Makassarvidgram. Kareba, 5(2), 259-272.
Hariyanto. (2009). Gender dalam Konstruksi Media. Jurnal Dakhwah dan Komunikasi. 3(2), 167-183.
Hardani, N. H. A., Andriani. H. (2020). Buku Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu.
Hall, S. (1993). Encoding/Decoding The Cultural Studies Reader. London dan NY: Routledge.
Handoko, T. (2014). Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE.
Hutani. E. S. (2020). Pemaknaan Maskulinitas Pria Metroseksual. Tangerang: Universitas Multimedia Nusantara.
Ingrid, D. N. (2018). Pemaknaan Khalayak terhadap Konstruksi Hybrid Masculinity. Semarang: Unversitas Diponegoro.
Ika, E. C. (2021). Konstruksi Makna Toxic masculinity Pada Kalangan Mahasiswa Kota Bandung. Bandung: Universitas Komputer Indonesia.
Kriyantono, R. (2014). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana.
Kriyantono, Rachmat. (2012). Teknis Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana.
Lumintang Juliana. (2015). Pengaruh Perubahan Sosial Terhadap Kemajuan Pembangunan Masyarakat. E-Journal “Acta Diurna”, 9(2), 1-12.
Luthfiah, N. U. (2022). Representasi Maskulinitas dalam Keluarga (Analisis Semiotika Roland Barthes Representasi Maskulinitas dalam Keluarga pada Film Pertaruhan). Surabaya: UPN Veteran Jawa Timur.
Mulyana, D. (2013). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mukarom, Z., (2020). Teori-Teori Komunikasi. Bandung: Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati.
Moerdijati, Sri. (2012). Pengantar Ilmu Komunikasi. Surabaya: PT. Refka.
Moleong, L. J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja. Rosdakarya.
McQuail, D. (2011). Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Salemba.
Mulyana. (2014). Representasi Gaya Hidup Pria Metrosexual di Majalah Pria Ibukota. Jurnal Visi Komunikasi, 13(1), 69-86.
Nugroho, A. YOUTUBE. (2019). Pemaknaan Fisik Pria Ideal dalam FIlm-Film Marvel Cinematic Universe melalui Audience Reception Analysis. Malang: Universitas Brawijaya.
Novalina, M., Flegon, A. S., Valentino, B., Sukur, F., & Gea, I. (2021). Kajian Isu Toxic masculinity di Era Digital dalam Perspektif Sosial dan Teologi. Jurnal STT Iman Jakarta, 8(1), 28–35.
Putri, I. F. (2019). Studi Analisis Penerimaan Khalayak YouTube Terhadap Konsep Kuasa Tubuh Perempuan dalam Video Musik Tubuhku Otoritasku Karya Tika and The Dissidents. Malang: Universitas Brawijaya.
Sasmara, A. D., Pinasti, V. I. S. (2018). Popularitas Barbershop dan Kesadaran Fesyen Mahasiswa Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Sosiologi, 7(1), 1-16.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sabrina, T. Ratnawati, R. Setyowati, E. (2016). Pengaruh Peran Gender, Masculine Dan Feminine Gender Role Stress Pada Tenaga Administrasi Universitas Brawijaya. Jurnal Universitas Brawijaya, 4(1), 1-14.
Sulistyowati, YOUTUBE. (2020). Kesetaraan Gender Dalam Lingkup Pendidikan Dan Tata Sosial. Indonesian Journal Of Gender Studies. 1(2), 1-14.
Sari, D. P., Chairil, E. Agus, Wartiningsih., (2019). Maskulinitas Tokoh Utama Dalam Kumpulan Cerita Pendek Nadira Karya Leila S. Chudori. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 8(2), 1-11.
Sukmana, U., (2017). Peran Publik Persin Mania dalam Meningkatkan Minat Pelanggan Pada Korban Harian Tribun Jabar Bandung. Bandung: Universitas Pasundan.
Satria, A. T. (2020). Tinjauan Yuridis Sosiologis Terhadap Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga Di Kabupaten Lamongan (Studi Kasus Di Polres Lamongan). Malang: Universitas Muhammadyah Malang.
Stellarosa, Y., Firyal, S. J., Ikhsano, A. (2018). Pemanfaatan YouTube sebagai Sarana Transformasi Majalah Highend. Jurnal Lugas, 2(2), 59-68.
Rosalina. (2012). Maskulinitas Pada Iklan Televisi (Analisis Semiotik Iklan Produk Khusus Pria: Extra Joss, Surya Pro Mild dan Vaseline Men Face Moisturiser). Jakarta: Universitas Indonesia.
Rahmah, N., Wulan, R. R. (2018). Maskulinitas Pria Metroseksual (Studi Fenomenologi tentang Identitas Diri Pria Pesolek di Bandung). Jurnal ARTCOMM, 1(1), 114-122.
Triwidiastuty, S., & Kahija, YOUTUBE. F. La. (2015). Memahami Makna Menjadi Laki-Laki Metroseksual. Jurnal Empati, 4(2), 58–64.
Utami, C. M. (2021). Gaya Hidup Mahasiswa Metroseksual Sebagai Representasi Maskulinitas Baru. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
Yuliyanti, F. D., Bajari, A., Mulyana, S. (2017). Representasi Maskulinitas Dalam Iklan Televisi Pond’s Men#Lelakimasakini (Analisis Semiotika Roland Bartes Terhadap Representasi Maskulinitas). Jurnal Komunikasi UII, 9(1), 16–30.
Yuningsih, A., Tripamungkas, M. I. (2016). Opini Penonton Terhadap Aspek Maksulin Cheerleaders Pria Anggota Indonesian Cheer Association. Jurnal Prosiding Hubungan Masyarakat, 3(2), 298-305
Wee, Ming Lau and Ernest Cyril, de Run and Teck-Weng, Jee (2017) Metrosexual Identity: Perception Of Malaysian Male Consumers Towards Cosmetic And Skincare Product. Journal of Borneo Kalimantan, 3 (1), 88-97
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dedya Nuril Anwar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







