Evaluasi Kebijakan Makan Bergizi Gratis di Sekolah Dasar: Implikasi Terhadap Kesehatan Anak dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20023Keywords:
Makan Bergizi Gratis, Pendidikan, Kebijakan Publik, Kesehatan Anak, Pemberdayaan Ekonomi, Manajemen StrategisAbstract
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif strategis Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah. Program ini bertujuan mengatasi masalah gizi seperti stunting, anemia, dan kelaparan tersembunyi, yang berdampak langsung pada proses belajar. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kebijakan MBG dan menelaah tantangan implementasinya. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui studi pustaka dan wawancara terbatas di beberapa sekolah di Surabaya. Hasil menunjukkan bahwa MBG meningkatkan kehadiran siswa, kondisi kesehatan, dan menggerakkan ekonomi lokal. Namun, tantangan seperti distribusi yang timpang, kualitas menu, dan lemahnya regulasi masih menjadi hambatan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan, dasar hukum, dan sistem evaluasi nasional untuk menjamin keberlanjutan dan memperluas dampaknya.
References
Amartya, S. (1999). Development as Freedom. Oxford University Press.
Becker, G. S. (1993). Human Capital: A Theoretical and Empirical Analysis, with Special Reference to Education (3rd ed.). The University of Chicago Press.
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Kesehatan Anak dan Remaja Indonesia. Jakarta: BPS.
Ernita. (2025). Assessing the impact of the free school lunch program on improving eating habits and nutritional status of school children. The Journal of Academic Science, 2(1).
Hasibuan, N. H., Armanda, T. B., Aulya, F., Fauzi, M. I., & Ivanna, J. (2025). Analisis kebijakan program makan bergizi gratis terhadap peningkatan motivasi dan konsentrasi belajar siswa di SMK Negeri 6 Medan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 10611–10615.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kemenkes.
Putri, C. N. R., Febrina, I. R., & Puspikawati, S. I. (2025). Edukasi makanan sehat dan bergizi seimbang di SD Negeri 1 Mojopanggung Banyuwangi. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 655–660.
Rawls, J. (1971). A Theory of Justice. Harvard University Press.
Sari, F. Y., Utami, D., Roshita, A., & Fahmida, U. (2017). Locally sustainable school lunch intervention improves hemoglobin and hematocrit levels and body mass index among elementary schoolchildren in rural West Java, Indonesia. Nutrients, 9(8), 862. https://doi.org/10.3390/nu9080862
Satoto. (2005). School feeding program using rice-pea beverage in some primary schools: Does it have benefit? Jurnal Gizi Indonesia, 1(1).
UNICEF & WHO. (2020). Global nutrition targets 2025: Policy brief series. https://www.who.int/publications/i/item/WHO-NMH-NHD-14.2
Wijayanti, E., & Totok, M. A. L. (2023). Effect of school nutrition intervention on nutritional status and academic achievement of students in XYZ Elementary School. JHSN: Journal of the Health Science and Nursing.
World Health Organization. (2018). School feeding and nutrition. https://www.who.int/activities/school-health-and-nutrition
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sazy Yulia Widyasari, Ameilia Larasati, Wira Yudha Alam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







