Moderasi Beragama Dalam Perspektif Etika Kristen: Menemukan Titik Temu Dalam Perbedaan
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v5i3.19471Keywords:
Moderasi Beragama, Etika KristenAbstract
Moderasi beragama merupakan konsep yang semakin relevan dalam konteks keberagaman agama dan sosial di Indonesia. Dalam perspektif etika Kristen, moderasi beragama berfungsi sebagai landasan moral dalam membangun harmoni antarumat beragama, menghindari ekstremisme, serta mewujudkan kehidupan yang berkeadilan. Namun, penerapan nilai-nilai moderasi beragama masih menghadapi berbagai tantangan, seperti eksklusivisme teologis, intoleransi, dan kurangnya pemahaman terhadap keberagaman. Hambatan-hambatan ini berpotensi mengganggu kerukunan umat beragama dalam masyarakat yang pluralistik. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk mendalami moderasi beragama dalam perspektif etika Kristen guna menemukan titik temu dalam perbedaan. Kajian ini diharapkan dapat memberikan pedoman bagi umat Kristen dalam bersikap dan berinteraksi secara inklusif di tengah masyarakat multikultural.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis konsep moderasi beragama dalam perspektif etika Kristen, (2) menelaah prinsip-prinsip etis yang mendukung moderasi beragama, serta (3) mengidentifikasi kontribusi etika Kristen dalam membangun dialog dan toleransi antarumat beragama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif dan kajian literatur terhadap berbagai sumber teologi Kristen, etika Kristen, serta dokumen gerejawi yang membahas moderasi beragama. Selain itu, penelitian ini juga mengadopsi pendekatan hermeneutika teologis untuk menafsirkan teks-teks Alkitab yang relevan dengan konsep moderasi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama dalam perspektif etika Kristen berakar pada nilai-nilai kasih, keadilan, dan damai sejahtera sebagaimana diajarkan dalam Alkitab. Prinsip-prinsip etika Kristen, seperti kasih terhadap sesama (Matius 22:39), penghormatan terhadap keberagaman (Roma 12:18), serta peran gereja dalam membangun perdamaian (2 Korintus 5:18-19), menjadi dasar teologis bagi sikap moderat dalam kehidupan beragama.
References
[1] Asyari, S. (2019). Moderasi Beragama: Meneguhkan Indonesia yang Toleran. Jakarta: Kencana.
[2] Bonhoeffer, D. (2019). Ethics. Fortress Press.
[3] Jefrit J Messakh, dkk, Desain Pembelajaran Pendidikan Agama KristenRemaja Usia 12-16 Tahundengan MenggunakanSubject Centered Design. Jurnal: Shanan. Vol. 7 (2). 2023: 243-262
[4] Jefrit J. Messakh, dkk, Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Membangun Moderasi Beragama di Era 5.0. EDUKATIF: JURNAL ILMU PENDIDIKAN. Vol. 5 (5) 2160-2172.
[5] Kementerian Agama RI. (2019). Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.
[6] Latif, Y. (2020). Wawasan Kebangsaan dan Keberagaman di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
[7] Setara Institute. (2021). Laporan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Indonesia 2020. Jakarta: Setara Institute.
[8] Mubarok, A. (2021). Radikalisme dan Moderasi Beragama di Indonesia. Bandung: Mizan.
[9] Mastuhu. (2020). Pendidikan dan Moderasi Beragama dalam Pembangunan Nasional. Yogyakarta: Tiara Wacana.
[10] Mulyadi, H. (2023). Moderasi Beragama dan Identitas Sosial. Malang: UMM Press.
[11] Niebuhr, R. (2020). Moral Man and Immoral Society: A Study in Ethics and Politics. Westminster John Knox Press.
[12] Tillich, P. (2017). The Courage to Be. Yale University Press.
[13] Suma, M. A. (2020). Moderasi Beragama dalam Perspektif Islam. Jakarta: Prenadamedia Group.
[14] Lewis, C. S. (2018). Mere Christianity. HarperOne.
[15] Volf, M. (2016). Flourishing: Why We Need Religion in a Globalized World. Yale University Press.
[16] Hauerwas, S. (2021). The Peaceable Kingdom: A Primer in Christian Ethics. University of Notre Dame Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yosua Yan Heriyanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







