Harga diri dan Pengungkapan diri: Kajian Korelasional pada Perempuan Jawa di masa Dewasa Awal
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.19433Abstract
Perempuan Jawa yang memasuki masa dewasa awal berada di akhir fase remaja menuju kedewasaan yang matang. Pada tahap ini, mereka mulai menerima peran, tanggung jawab, serta harapan baru terhadap diri sendiri. Namun, tradisi Jawa yang masih kental sering membatasi perempuan dalam menyuarakan pendapat, karena dianggap tidak bernilai. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara harga diri dan pengungkapan diri pada perempuan Jawa di masa dewasa awal. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 145 responden usia 18–40 tahun menggunakan teknik incidental sampling. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai r = 0,840 dengan signifikansi 0,01 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan positif signifikan antara harga diri dan pengungkapan diri. Semakin tinggi harga diri, semakin tinggi pula pengungkapan diri. Hasil ini diharapkan mendorong perempuan Jawa dewasa awal memahami pentingnya pengungkapan diri dalam membangun harga diri dan meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Kata Kunci: Harga diri; Pengungkapan diri; Perempuan Jawa; Dewasa awal
Abstract
Javanese women entering early adulthood are at the end of adolescence and transitioning into mature adulthood. At this stage, they begin to accept new roles, responsibilities, and expectations about themselves. However, deeply rooted Javanese traditions often restrict women from expressing their opinions, as these are seen as insignificant. This study aimed to examine the relationship between self-esteem and self-disclosure in Javanese women during early adulthood. The research used a quantitative correlational design, involving 145 respondents aged 18–40 through incidental sampling. The hypothesis test showed a correlation value of r = 0.840 with a significance level of 0.01 (p<0.05), indicating a significant positive relationship between self-esteem and self-disclosure. The higher the self-esteem, the greater the level of self-disclosure. These findings are expected to encourage Javanese women in early adulthood to understand the importance of self-disclosure in building self-esteem and improving psychological well-being.
Keyword: Self-esteem; Self-disclosure; Javanese women; Early adulthood
References
Arnett, J. J. (2000). Emerging adulthood: a theory of development from the late teens through the twenties. American Psychologist, 55(5), 469-480. doi:10.1037/0003-066X.55.5.469
Azwar, S. (2019). Realibilitas dan validitas edisi 4. Pustaka Pelajar.
Azwar, S. (2021). Penyusunan skala psikologi. Pustaka Pelajar.
Berg, J. H., & Derlega, V. J. (1987). Themes in the study of self-disclosure. Self-Disclosure, 1-8. https://doi.org/10.1007/978-1-4899-3523-6_1
Budiati, A. C. (2010). Aktualisasi diri perempuan dalam sistem budaya Jawa (Persepsi perempuan terhadap nilai-nilai budaya Jawa dalam mengaktualisasikan diri). Jurnal Pamator: Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo, 3(1), 51-59.
Dariyo, A. (2003). Psikologi perkembangan dewasa muda. Jakarta : Gramedia Pustaka.
DeVito, J. A. (2016). The interpersonal communication book, global edition. Harlow: Pearson.
Fajriana, Y. R., & Listiara, A. (2020). Hubungan asertivitas dengan konformitas pada mahasiswa anggota ormada yang berlatar belakang budaya jawa di universitas diponegoro. Jurnal Empati, 7(2), 778-784.
Fitriani, N., & Sumartini, S. (2018). Citra perempuan jawa dalam novel hati sinden karya dwi rahyuningsih: kajian feminisme liberal. Jurnal Sastra Indonesia, 7(1), 62-72.
Hermawati, T. (2007). Budaya jawa dan kesetaraan gender.
Hurlock, E. B. (1999). Psikologi perkembangan. Jakarta: Erlangga.
Johana, K., Lestari, F. D., & Fauziah, D. N. (2020). Penggunaan fitur instagram story sebagai media self-disclosure dan perilaku keseharian mahasiswi public relations universitas mercu buana.. Jurnal Ilmu Manajemen Terapan, 1(3), 280–289. https://doi.org/10.31933/jimt.v1i3.111
Liliweri, A. (2015). Komunikasi antarpersonal. Jakarta: PT. Adhitya Andrebina Agung.
Magnis-Suseno, F. (1984). Etika jawa: sebuah analisa falsafi tentang kebijaksanaan hidup jawa. Jakarta: PT. Gramedia.
Maulida, W., & Rifayanti, R. (2022). Harga diri dengan pengungkapan diri pada wanita dewasa awal korban kekerasan dalam berpacaran. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 10(3), 558-565.
Mawaddah, H., Suyitno, & Suhita, R. (2022). Strategi perempuan jawa memunculkan identitas dirinya dalam budaya patriarki. Jurnal Aksara, 34(1), 19-28.
Nugroho, H. W. (2012). Nilai-nilai kearifan perempuan jawa. (Unpublished Thesis). Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia.
Putri, A. F. (2019). Pentingnya orang dewasa awal menyelesaikan tugas perkembangannya. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 3(2), 35-40.
Rabbaniyah, S., & Salsabila, S. (2022). Patriarki dalam budaya jawa; membangun perilaku pembungkaman diri pada perempuan korban seksual dalam kampus. Community: Pengawas Dinamika Sosial, 8(1), 113-124.
Ratnasari, R., Hayati, E. N., & Bashori, K. (2021). Self disclosure media sosial pada fase kehidupan dewasa awal. Jurnal Diversita, 7(2), 141-147.
Rosenberg, M., Schooler, C., Schoenbach, C., & Rosenberg, F. (1995). Global self-esteem and specific self-esteem: different concepts, different outcomes. American sociological review, 141-156.
Saliyo (2012). Konsep diri dalam budaya jawa. Buletin Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, 20(1-2), 26-35.
Santrock, J. W. (2012). Life-span development, fourteenth edition. New York: McGraw-Hill
Higher Education
Soehadha, M. (2014). Wedi isin (takut malu) ajining diri (harga diri) orang jawa dalam perspektif wong cilik (rakyat jelata). Religi: Jurnal Studi Agama-agama, 10(1), 1-11.
Sprecher, S., Treger, S., Wondra, J. D., Hilaire, N., & Wallpe, K. (2013). Taking turns: reciprocal self-disclosure promotes liking in initial interactions. Journal of Experimental Social Psychology, 49(5), 860-866.
Sugiyono (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan r&d. Bandung : Alphabet.
Khasanah, S. U., & Khusyairi, J., A. (2023). Dari stereotype hingga subordinasi perempuan dalam series gadis kretek 2023 karya ratih kumala. J-SES : Journal of Science, Education and Studies, 2(3).
Wahyuni, D. R. A., & Anggraeni, R. (2021). Hubungan antara harga diri dengan pengungkapan diri pada mahasiswa unissula pengguna instagram. Jurnal Archetype, 4(2).
Wheeless, L. R., & Grotz, J. (1976). Conceptualization and measurement of reported self‐disclosure. Human communication research, 2(4), 338-346.
Wiyono, T., & Muhid, A. (2020). Self-disclosure melalui media instagram: dakwah bi al-nafsi melalui keterbukaan diri remaja. Jurnal Ilmu Dakwah, 40(2), 141-154.
WooD, B. E. (2013). What is a social inquiry? crafting questions that lead to deeper knowledge about society and citizenship. Journal issue, (3).
Zahra, G. P., & Yanuvianti, M. (2019). Hubungan antara kekerasan dalam berpacaran (dating violence) dengan self esteem pada wanita korban kdp di kota bandung. Prosiding Psikologi ISSN, 2460, 6448.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nabila Rizka Prasetyarini, Emmanuel Satyo Yuwono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







