Gambaran Menu Kudapan Pdh (Positive Deviance Hearth) Di Rw 5 Kelurahan Simolawang Surabaya

Authors

  • Rina Kurnia Putri Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia

Abstract

Latar belakang: Gizi kurang masih menjadi masalah gizi utama di Indonesia. Balita merupakan salah satu kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi kurang. Penyebab langsung terjadinya gizi kurang salah satunya dipengaruhi oleh asupan zat gizi. Kelurahan Simolawang merupakan salah satu wilayah di Kota Surabaya dengan angka gizi kurang sebanyak 2,08%. PDH (Positive Deviant Hearth) merupakan sebuah program yang mengambil pendekatan berbasis masyarakat untuk membantu memperbaiki gizi anak yang kurang melalui praktik pemberian makanan atau menu padat gizi dan praktik perawatan kesehatan dan kebersihan. Dalam program ini, pengasuh akan menerapkan pemberian kudapan padat gizi selama 10-12 hari didampingi oleh relawan dan kader. Menu padat gizi yang disajikan sebanyak 3-4 jenis dengan pengulangan maksimal 3 kali.  Menu kudapan yang diberikan direncanakan oleh relawan yang ada di PDH Kelurahan Simolawang RW 05 Surabaya. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas dari setiap kudapan yang diberikan kepada balita dengan gizi kurang. Metode: Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Analisis kandungan gizi menggunakan instrumen nutrisurvey 2007 dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Rata-rata kandungan gizi Nugget   yummy, Bolam, dan Sempolong per porsi yaitu 679,7 kkal, 30,7 g protein, 958 mcg RAE vitamin A, 22,97 vitamin C, 4,9 mg zat besi, dan 2,5 mg seng. Dari keenam jenis zat gizi yang ditargetkan, terdapat 2 jenis zat gizi yang belum terpenuhi. Harga seluruh menu sudah sesuai dengan perencanaan yang dilakukan yaitu kurang dari Rp. 10.000,- dengan rata-rata harga yaitu Rp. 7437,6,-.

Downloads

Published

2023-06-14

How to Cite

Putri, R. K. (2023). Gambaran Menu Kudapan Pdh (Positive Deviance Hearth) Di Rw 5 Kelurahan Simolawang Surabaya. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 11177–11189. Retrieved from https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/1715