Pergeseran Nilai Hawear: Studi Kasus pada Masyarakat Suku Kei

Authors

  • Jamain Warwefubun IAIN Ternate
  • Suharlin Ode Bau Institut Sains dan Kependidikan Kie Raha, Maluku

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v4i6.16536

Keywords:

Nilai Hawaer, Komunitas Suku Kei, Pergeseran Nilai

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan “Pergeseran nilai-nilai Hawear/larangan pada masyarakat Suku Kei”. Metode yang digunakan adalah sejarah yaitu: heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, Hawear/larangan pada masyarakat suku Kei terbagi menjadi dua, yaitu (a) Hawear/larangan di darat, dan (b) Hawear/larangan di laut. Hawear/larangan dilakukan agar masyarakat tidak mengonsumsi produk alam sebelum waktunya. Kedua, Hawear/larangan mengalami pergeseran karena politik, ekonomi, kepentingan individu dan kelompok tertentu. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam hawera/larangan tersebut. Hawear/bans pada masa lalu sangat sakral karena penguasa setempat seperti raja/ratscap/saniri mempunyai peran agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan individu atau kelompok, namun hawear/bans adalah untuk kepentingan bersama. Oleh karena itu, hawear/larangan harus dikembalikan pada nilai keasliannya, dan memerlukan peran para raja (ratscap)/seniman.

Downloads

Published

2024-12-02

How to Cite

Warwefubun, J., & Ode Bau, S. (2024). Pergeseran Nilai Hawear: Studi Kasus pada Masyarakat Suku Kei. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(6), 3162–3177. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i6.16536

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.