Analisis Tuturan Tingkilan Suku Kutai di Tenggarong dan Upaya Pelestariannya

Authors

  • Meita Setyawati Universitas Mulawarman
  • Marwah Ulwatunnisa Universitas Mulawarman
  • Wulan Mulia Ningsih Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v4i5.15951

Abstract

Tingkilan adalah kesenian tradisional Suku Kutai yang kaya budaya dan penting dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis bentuk pantun, makna, dan upaya pelestarian Tingkilan Suku Kutai Tenggarong. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Bentuk pantun Tingkilan Pinang Babaris dan Rindu Malam memiliki empat baris per bait dengan sepuluh hingga dua belas suku kata, jenis pantun kiasan dan cinta, serta rima a-a-a-a dan a-b-a-b; (2) Makna pantun Pinang Babaris menekankan pentingnya menjaga hubungan baik, sedangkan Rindu Malam menggambarkan kerinduan dan harapan yang belum terpenuhi; (3) Upaya pelestarian kesenian Tingkilan oleh seniman lokal meliputi festival desa, upacara adat, dan media sosial, serta oleh masyarakat setempat melalui dokumentasi dan publikasi, komunitas seni, dan promosi media sosial.

Downloads

Published

2024-10-25

How to Cite

Setyawati, M., Ulwatunnisa, M., & Ningsih, W. M. (2024). Analisis Tuturan Tingkilan Suku Kutai di Tenggarong dan Upaya Pelestariannya . Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(5), 8922–8941. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i5.15951