Gangguan Saluran Pernafasan Akibat Pencemaran Hidrogen Sulfida di Lingkungan Tempat Pembuangan Akhir (TPA)

Authors

  • Sri Pitaloka Universitas Sari Mulia Banjarmasin
  • Risyda Komaliya Universitas Sari Mulia Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v4i5.15762

Abstract

Cara utama masuknya hidrogen sulfida (H2S), gas tidak berwarna, tidak mudah terbakar, dan berbau seperti telur, ke dalam tubuh manusia adalah melalui udara yang dihirup. Paparan hidrogen sulfida (H2S) dalam konsentrasi rendah dapat mengiritasi tenggorokan, hidung, atau mata. Tujuan artikel ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi saluran pernapasan yang berkontribusi terhadap pencemaran hidrogen sulfida (H2S) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Tinjauan literatur adalah teknik yang digunakan. publikasi dalam format jurnal nasional yang diterbitkan antara tahun 2014 hingga 2020. “Keracunan lingkungan akibat gas”, “risiko kesehatan akibat paparan gas”, “masalah pernapasan akibat sampah”, dan “keracunan lingkungan di tempat pembuangan sampah” adalah istilah penelusuran yang digunakan untuk mengumpulkan literatur dari database Google Cendekia. Berdasarkan kata kunci, ditemukan 43 artikel pada hasil pencarian. Sepuluh artikel direview setelah disaring menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi seperti gangguan pernafasan akibat sampah pada masyarakat yang tinggal di lingkungan TPA dan polusi udara. Temuan tinjauan tersebut menunjukkan bahwa komponen gas tertentu dapat menyebabkan masalah pernapasan seperti mual, sesak napas, nyeri dada, dan batuk. Faktor risiko terjadinya gangguan pernafasan pada masyarakat antara lain usia dan jenis kelamin, kebiasaan merokok, serta tidak memakai alat pelindung diri (APD) saat bekerja.

Downloads

Published

2024-10-10

How to Cite

Pitaloka, S., & Komaliya, R. (2024). Gangguan Saluran Pernafasan Akibat Pencemaran Hidrogen Sulfida di Lingkungan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(5), 6504–6511. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i5.15762