Kegagalan Implementasi Responsibility To Protect (R2P) Dalam Konflik Israel–Palestina

Authors

  • Nur Isma Jabir Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Mohamad Dziqie Aulia Al Farauqi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Devy Indah Paramitha Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v4i5.15518

Keywords:

Konflik Israel-Palestina, Responsibility to Protect, Hak Asasi Manusia

Abstract

Konflik kemanusiaan  ini berakar dari klaim teritorial yang kompleks serta ketegangan politik yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Di tengah berbagai upaya internasional untuk melindungi warga sipil melalui kerangka kerja Responsibility To Protect (R2P). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kegagalan implementasi  Responsibility to Protect (R2P)  dalam konflik Israel-Palestina.Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status Gaza yang ambigu dan belum diakui secara resmi, serta veto yang diberikan oleh negara-negara besar di Dewan Keamanan PBB, memperburuk kegagalan implementasi R2P. Meskipun PBB telah mengeluarkan sejumlah resolusi yang menuntut gencatan senjata, perbedaan kepentingan politik antarnegara, terutama dukungan Amerika Serikat terhadap Israel, menghambat tercapainya solusi yang adil dan efektif. Kesimpulannya, tanpa perubahan signifikan dalam dinamika politik internasional, perlindungan warga sipil di Palestina akan tetap menjadi tantangan besar.

Downloads

Published

2024-10-31

How to Cite

Jabir, N. I., Al Farauqi, M. D. A., & Paramitha, D. I. (2024). Kegagalan Implementasi Responsibility To Protect (R2P) Dalam Konflik Israel–Palestina. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(5), 9545–9560. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i5.15518

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.