Strategi Sanggar Ngripto Raras Dalam Mempertahankan Kesenian Sandur Tuban Sebagai Wujud Nasionalisme Di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v4i5.14731Abstract
Kesenian Sandur mulai ditinggalkan oleh masyarakat serta dianggap kuno dan regenerasinya yang sulit di era perkembangan teknologi yang semakim pesat ini. Tujuan penelitian ini yaitu, mendeskripsikan strategi sanggar Ngripto Raras mempertahankan kesenian Sandur Tuban sebagai wujud nasionalisme di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini di Desa Sukorejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Strategi Kebudayaan C.A Van Peursen. Hasil penilitian ini yaitu strategi sanggar Ngripto Raras dalam mempertahankan kesenian sandur antara lain tetap mempertahankan ritual dalam kesenian Sandur, tidak memiliki syarat/aturan untuk menjadi pemain Sandur, menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan dan masyarakat, serta memanfaatkan media sosial.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Azila Nurul Fitria, Warsono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







