Perubahan Makna Dan Fungsi Tradisi Slup-SlupanDi Desa Gemolong,Kabupaten Karanganyar
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v4i4.13210Abstract
Tradisi slup-slupan merupakan bentuk integrasi antara budaya Jawa dan Islam, yang dilaksanakan sebagai bentuk syukur masyarakat ketika akan menempati rumah baru. Tradisi yang memiliki sakralitas dan makna yang tinggi ini, justru mengalami perubahan dalam bentuk makna dan fungsi. Modernisasi terutama perubahan masyarakat agrarian ke masyarakat industrial menyebabkan tradisi slup-slupan harus dapat beradaptasi dengan kondisi sosial budaya di desa Gemolong. Penelitian ini berfokus untuk melihat kondisi sosial budaya masyarakat Gemolong, ritual dalam tradisi slup-slupan, serta perubahan bentuk ritual yang terjadi dalam tradisi slup-slupan beserta analisis penyebab dari perubahan itu sendiri. Studi ini bersandar pada pengumpulan data dengan pendekatan etnografi melalui observasi, wawancara dan studi literatur dengan analisis deskriptif. Penelitian yang dilakukan di Gemolong Kabupaten Karanganyar ditemukan bahwa terdapat pergeseran bentuk ritual dalam tradisi slup-slupan dengan mengurangi nilai sakral ritual (desakralisasi) sebagai akibat dari adaptasi masyarakat dalam ritual slup-slupan dengan kondisi sosial budaya setempat.







