Diplomasi Kolaboratif Anggota Asean dalam Sengketa Maritim di Kawasan Laut Cina Selatan

Authors

  • Dzikra Zhafira Putri Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Maulana Rifai Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Prilla Marsingga Universitas Singaperbangsa Karawang

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v4i3.12647

Abstract

Penelitian ini menggali dan menganalisis ketegangan yang berlangsung terus-menerus di Laut Cina Selatan serta kompleksitas konflik yang melibatkan negara-negara di kawasan tersebut. Fokus utamanya ditujukan pada peran ASEAN sebagai organisasi regional dalam menangani sengketa tersebut, dengan menekankan tanggung jawabnya sebagai mediator dan fasilitator dialog. Dampak regional dari ketegangan ini, khususnya bagi negara-negara Asia Tenggara, menjadi fokus utama artikel ini dengan penekanan pada upaya ASEAN dalam menangani situasi tersebut. Metodologi penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dari jurnal-jurnal dan artikel ilmiah yang relevan dengan sengketa maritim, klaim wilayah, dan peran ASEAN. Penelitian ini tidak melibatkan wawancara langsung, melainkan mengandalkan data yang diperoleh melalui analisis literatur yang komprehensif. Artikel juga menyoroti upaya diplomasi kolaboratif ASEAN dalam menyelesaikan konflik dengan menggunakan mekanisme seperti ASEAN Regional Forum (ARF), "ASEAN Way," dan " Treaty of Amity and Cooperation " (TAC).

Downloads

Published

2024-06-29

How to Cite

Putri, D. Z., Rifai, M., & Marsingga, P. (2024). Diplomasi Kolaboratif Anggota Asean dalam Sengketa Maritim di Kawasan Laut Cina Selatan. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(3), 17570–17583. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i3.12647

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>