Hubungan Kebiasaan Merokok Dengan Penyakit Asma Pada Perokok di Wilayah Kota Medan

Authors

  • Nofi Susanti Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Wulan Dwi Citra Sari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Tria Astrid Nabila Harahap Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Talitha Shafiqah Batubara Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v4i4.12470

Abstract

Asma adalah suatu kondisi peradangan pernafasan jangka panjang yang mempengaruhi beberapa sel dan komponen. Peradangan yang berkepanjangan menyebabkan peningkatan hiperresponsif saluran napas, yang menyebabkan gejala episodik berulang, terutama sepanjang siang atau malam, seperti batuk, dada terasa sesak, dan sesak napas. Banyak faktor seperti jenis kelamin, usia, status atopi, keturunan, dan lingkungan mempengaruhi terjadinya asma. . Ada beberapa hal yang mungkin memicu serangan asma, antara lain alergen, infeksi, dan iritan yang memicu peradangan. Faktor risiko genetik untuk asma meliputi atopi, jenis kelamin, ras/etnis, hiperreaktivitas, dan variabel yang mengubah kelainan genetik. Berikutnya adalah faktor lingkungan, seperti variasi cuaca, makanan, obat-obatan, alergi makanan, polusi udara, asap rokok, dan alergen lainnya baik di dalam maupun di luar ruangan. Mempertahankan kualitas hidup adalah tujuan utama penatalaksanaan asma, sehingga penderita asma dapat menjalani kehidupan sehari-hari tanpa kesulitan besar.

Downloads

Published

2024-07-18

How to Cite

Susanti, N., Citra Sari, W. D., Harahap, T. A. N., & Batubara, T. S. (2024). Hubungan Kebiasaan Merokok Dengan Penyakit Asma Pada Perokok di Wilayah Kota Medan. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(4), 2982–2992. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i4.12470