Hubungan Stigma Terhadap Keberhasilan Isolasi Mandiri Covid-19

Authors

  • Yumna Anis Dhiafanti Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Putri Egi Gupitasari Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Fatimah Muflihah ‘Azmuha Sholiha Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Ainur Tri Hapsari k100190184@student.ums.ac.id

Abstract

Peningkatan kasus pandemi COVID-19 secara drastis dan cara penularannya dapat mengakibatkan ketakutan dan orang yang sudah terinfeksi berpotensi terkena stigma sosial. Bagi penderita COVID-19 sendiri, stigma dapat menimbulkan efek kesehatan mental yang dapat diperburuk oleh rasa takut, penolakan di komunitas dan dapat mengakibatkan isolasi mandiri terhambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stigma terhadap keberhasilan isolasi mandiri COVID-19 di Karesiden Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan metode survey data primer dengan menyebarkan kuesioner melalui google form yang dapat diisi oleh masyarakat wilayah Surakarta dan sekitarnya. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis bivariat dengan Chi square. Pada penelitian ini 72 responden mendapatkan stigma positif dan berhasil menjalankan isolasi mandiri, 19 responden mendapatkan stigma positif akan tetapi tidak berhasil menjalankan isolasi mandiri, 5 responden mendapatkan stigma negatif dan berhasil menjalankan isolasi mandiri, serta 10 responden mendapatkan stigma negatif dan tidak berhasil menjalankan isolasi mandiri. Stigma positif dan negatif berasal dari masyarakat yang tinggal di sekitar pasien COVID-19 yang menjalankan isolasi mandiri. Pada analisis bivariat dengan Chi square diperoleh nilai Pvalue 13,585 > rtabel (3,84). Pada penelitian ini ada hubungan stigma terhadap keberhasilan isolasi mandiri COVID-19 di Karesiden Surakarta.

Downloads

Published

2021-12-17

How to Cite

Dhiafanti, Y. A., Gupitasari, P. E., ‘Azmuha Sholiha, F. M., & Hapsari, A. T. (2021). Hubungan Stigma Terhadap Keberhasilan Isolasi Mandiri Covid-19. Innovative: Journal Of Social Science Research, 1(2), 601–608. Retrieved from https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/121