Epistemologi Falsifikasi Karl R Popper

Authors

  • Desi Erianti Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Bengkalis, Riau
  • M. Philo Al-Farabi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Bengkalis, Riau
  • Selvi Darma Yanti Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Bengkalis, Riau
  • Sofie Fadma Sari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Bengkalis, Riau
  • Suratin Suratin Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Bengkalis, Riau
  • Sahrul Sori Alum Harahap Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Bengkalis, Riau

Abstract

Salah satu fungsi akal manusia adalah berpikir secara rasional dan ilmiah. Hal tersebut melahirkan suatu gagasan tentang teori pengetahuan (epistemologi) yang merupakan bagian dari filsafat ilmu dengan berbagai macam aliran dan tokoh tokohnya, yaitu rasionalisme, empirisme, positivisme, dan kritisisme. Melalui tahap tiga dunia yaitu dunia fisik alam, dunia manusia beserta proses psikologinya dan dunia ilmu pengetahuan. Menurut Popper, kebenaran suatu ilmu bukan ditentukan melalui pembenaran (verifikasi), melainkan melalui upaya penyangkalan terhadap proposisi yang dibangun oleh ilmu itu sendiri (falsifikasi). Oleh sebab itu, penulis berupaya menjelaskan bagaimana relevansi antara epistemologi Karl R. Popper dengan teologi dan pemikiran keislaman melalui pendekatan historis-filosofis. Melalui pendekatan ini, penulis menyimpulkan bahwa semua ilmu pengetahuan memiliki kemungkinan untuk difalsifikasi, tidak terkecuali teologi dan pemikiran keislaman.

Downloads

Published

2023-06-02

How to Cite

Erianti, D., Al-Farabi, M. P., Yanti, S. D., Sari, S. F., Suratin, S., & Harahap, S. S. A. (2023). Epistemologi Falsifikasi Karl R Popper. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 6799–6807. Retrieved from https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/1161