Implikasi Risiko Transaksi Digital Terhadap Pengaduan Konsumen di Sektor E-Commerce: Tinjauan Strategi Nasional Perlindungan Konsumen 2024

Authors

  • Yuyut Prayuti Universitas Islam Nusantara

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v4i3.11440

Abstract

Dengan pertumbuhan e-commerce di Indonesia yang diprediksi mencapai 30.5% pada tahun 2024, konsumen menghadapi risiko yang meningkat, termasuk penipuan online dan pelanggaran privasi. Hal ini ditandai oleh kenaikan pengaduan konsumen sebesar 40% pada tahun 2023. Seiring dengan itu, regulasi yang ada, seperti UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, telah terasa kurang memadai untuk mengatasi masalah-masalah baru yang muncul bersamaan dengan evolusi e-commerce. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko utama yang dihadapi konsumen dalam transaksi digital dan mengevaluasi efektivitas Strategi Nasional Perlindungan Konsumen 2024 dalam mengatasi pengaduan konsumen. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dan deskriptif analitis, dengan pengumpulan data melalui studi dokumen dan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan dalam penanganan pengaduan, masih terdapat kekurangan dalam resolusi kualitatif dan pemanfaatan data untuk prediksi masalah. Penelitian ini mengusulkan strategi yang lebih efektif, meliputi peningkatan edukasi konsumen dan penerapan teknologi canggih.

Downloads

Published

2024-06-04

How to Cite

Prayuti, Y. (2024). Implikasi Risiko Transaksi Digital Terhadap Pengaduan Konsumen di Sektor E-Commerce: Tinjauan Strategi Nasional Perlindungan Konsumen 2024 . Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(3), 10038–10048. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i3.11440