Gambaran Psychology Well-Being Pada Lansia Duda Setelah Kematian Pasangan Hidup

Authors

  • Euprasia Sarah Agibina Saragih Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga
  • Christina Hari Soetjiningsih Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v4i3.10942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki gambaran psychology well-being pada lansia duda setelah kehilangan pasangan hidupnya. Psychology well-being didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk menerima diri sendiri, memiliki kemandirian, menjalin hubungan positif, menguasai lingkungan, memiliki otonomi, memiliki tujuan hidup, dan merealisasikan potensi diri. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan, melibatkan wawancara mendalam dengan tiga lansia duda yang telah kehilangan pasangan hidupnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan menjadi duda merupakan proses yang memerlukan waktu untuk diterima, dengan para subjek mengalami perasaan kesepian dan tetap memiliki tujuan hidup serta hubungan yang baik dengan orang lain. Mereka mampu menyelesaikan masalah secara mandiri, mengelola lingkungan dengan baik, dan mengalami pertumbuhan pribadi. Kesimpulannya, psychology well-being pada lansia duda dipengaruhi oleh kematangan pribadi dan dukungan sosial.

Downloads

Published

2024-05-18

How to Cite

Saragih, E. S. A., & Soetjiningsih, C. H. (2024). Gambaran Psychology Well-Being Pada Lansia Duda Setelah Kematian Pasangan Hidup. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(3), 5159–5167. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i3.10942