Studi Kelayakan Lahan Budidaya Abalone (Mata Tujuh) di Kecamatan Lapandewa, Sampolawa Dan Batauga

Authors

  • Adi Imam Wahyudi Universitas Halu Oleo
  • La Ode Muhammad Arsal Universitas Halu Oleo
  • A. Ginong Pratikino Universitas Halu Oleo
  • La Ode Khairum Mastu ITBM Wakatobi
  • Disnawati Disnawati Universitas Khairun
  • Ari Sandy Muchtar Dinas Perikanan Kabupaten Kolaka

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v4i1.8813

Abstract

Abalone merupakan salah satu moluska laut yang memiliki nilai eksotik dan ekonomis tinggi karena cangkangnya dapat digunakan sebagai hiasan dan dagingnya sangat digemari sebagai salah satu makanan yang lezat dan bergizi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan budidaya abalone (Mata Tujuh) di Kecamatan Lapandewa, Sampolawa dan Batauga. Metode penelitian ini menggunakan analisis kesesuaian lahan perairan, analisis sosial budaya dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan kelayakan budidaya abalone di lokasi Kecamatan Batauga kategori S3 kategori sesuai marjinal dan Kecamatan Sampolawa dan Lapandewa kategori S2 Cukup Layak. Berdasarkan kajian pengembangan usaha budidaya abalone bahwa perlunya kajian tahapan perencaanan dalam kelayakan usaha budidaya dari aspek sosial keamanan dan ekonomi, serta integrasi zona budidaya pada RZWP3K.

Downloads

Published

2024-02-02

How to Cite

Wahyudi, A. I., Muhammad Arsal, L. O., Pratikino, A. G., Khairum Mastu, L. O., Disnawati, D., & Muchtar, A. S. (2024). Studi Kelayakan Lahan Budidaya Abalone (Mata Tujuh) di Kecamatan Lapandewa, Sampolawa Dan Batauga. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(1), 8165–8179. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i1.8813