Optimization of Supervision of Cigarettes in the Framework of Mitigation of Illegal Cigarette Circulation
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v3i6.7727Abstract
Pendapatan cukai meningkat setiap tahun, begitu juga dengan tarif cukai. Di sisi lain, penghancuran rokok sebagai hasil tindakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan keputusan pengadilan mengenai kejahatan cukai, diduga jumlah sebenarnya rokok yang dibutuhkan oleh masyarakat lebih besar daripada jumlah produksi rokok yang tercatat. Apakah ada permintaan untuk rokok ilegal, sehingga ada upaya untuk menyediakan rokok ilegal tersebut? Pertanyaan ini membentuk latar belakang penelitian. Penelitian bertujuan untuk memberikan masukan dalam mengoptimalkan pengawasan untuk mengurangi peredaran rokok ilegal. Metode penelitian adalah studi literatur menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan mengolah data/informasi dalam keputusan kasus pidana cukai khusus yang telah diputuskan oleh Pengadilan. Berdasarkan hasil penelitian, antara lain, tindakan pidana terkait rokok ilegal terjadi di berbagai wilayah, dengan mode yang berbeda untuk wilayah yang berbeda, peran pelaku kejahatan, hal-hal yang dianggap sebagai rokok ilegal. Disarankan kepada DJBC untuk mengambil tindakan terhadap peredaran rokok ilegal secara menyeluruh, mengawasi mesin pembuat rokok, dan meningkatkan pengawasan terhadap penawaran dan penjualan rokok secara online. Selain itu, DJBC dan Badan Kebijakan Fiskal berkoordinasi dalam menyusun studi komprehensif mengenai harga jual eceran rokok tanpa mengurangi tujuan penetapan cukai sesuai dengan Undang-Undang Cukai, sehingga rokok resmi tersedia bagi masyarakat untuk dibeli.







