Laju Pengeringan Kerupuk Opak Terhadap Variasi Massa dan Temperatur Menggunakan Alat Tray Dryer
Abstract
Kerupuk opak merupakan makanan khas daerah Sumatera Selatan, sehingga sebagian besar penduduk kota Palembang membuka perusahaan yang memproduksi kerupuk opak. Industri Kerupuk opak di Kota Palembang, baik skala besar maupun kecil untuk pengolahan bahan baku hingga proses pengeringan dan pemanggangan masih banyak dilakukan secara tradisional sehingga menimbulkan masalah higienitas kerupuk yang dikeringkan. Permasalahan tersebut dapat diatas dengan suatu alat pengering yaitu Tray Dryer. Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi dan membuat alat pengering kerupuk opak ditinjau tipe tray dryer dan menentukan kinerja alat tray dryer berdasarkan kadar air, laju pengeringan dan temperatur. Diawali dengan desain struktural alat yang akan dibuat, menganalisis kadar air dan laju pengeringan dan parameter yang di ukur antaranya variasi temperatur 40oC, 50oC, 60oC, 70oC, dan 80oC dan waktu pengeringan 1 jam. Tray dryer menggunakan sumber energi biomassa yaitu tempurung kelapa. Berdasarkan hasil perhitungan kadar air, semakin tinggi temperatur set point maka kadar air yang terkandung dalam kerupuk kemplang semakin menurun. Penurunan kadar air paling tinggi terjadi pada temperatur 80oC menurunkan kadar air sebesar 14,17%. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil perhitungan kadar air, pengeringan dengan temperatur 50oC dengan kecepatan udara konstan 5,2 m/s2 dan kadar awal temperatur sebesar 32,23%, dan pada berat 1000 gr dengan temperatur 80oC mampu menurunkan kadar air hingga 14,17% yang merupakan kadar air tertinggi dengan laju pengeringan sebesar 0,028257 kg/jam.m2. Pada penelitian ini kadar air yang didapat sudah memenuhi SNI No. 8272 – 2026.







