Makna Rumah Adat Pu’ulele : Sebuah Tinjauan Semiotika

Authors

  • Hawiah Djumadin Universitas Flores

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitan ini adalah (1) Bagaimanakah bentuk simbol-simbol yang ada di rumah adat Pu’ulele desa Jopu Kecamatan Wolowaru Kabupaten  Ende? (2) Bagaimanakah makna simbol-simbol rumah adat Pu’ulele desa Jopu Kecamatan Wolowaru Kabupaten Ende? (3) Apa fungsi simbol-simbol rumah adat Pu’ulele desa Jopu Kecamatan Wolowaru Kabupaten Ende? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk, fungsi dan makna simbol-simbol rumah adat Pu’ulele pada masyarakat Jopu Kecamatan Wolowaru Kabupaten Ende. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini disajikan dengan mengunakan kata atau kalimat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan metode wawancara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dalah teknik dokumentasi, teknik simak dan teknik catat. Sedangkan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotik. Hasil penelitiannya  adalah bahwa pada rumah adat Pu’ulele Desa Jopu Kecamatan Wolowaru terdapat 17  simbol, 5 fungsi dan 6 makna. Simbol rumah adat Pu’ulele, yakni; (1) One Ria, (2) kuwu, (3) Hanga, (4) Bha’ku Dadi, (5) Babo Leda, (6) Bha’ku, (7) Dui Rusa, (8) Dui Kamba, (9) Watu Saga, (10) Bha’ku Babo Mamo, (11) Sue, (12) Kumba, (13) Dhogo, (14) Pane, (15) Wati, (16) Sau dan (17) Babo no’o Mamo. Fungsi rumah adat Pu’ulele, yakni; (1) fungsi pemersatu, (2) fungsi solidaritas, (3) fungsi pemberi energi, (4) fungsi sosial, (5) fungsi kehidupan. Makna rumah adat Pu’ulele, yakni; (1) makna kebersamaan, (2) makna keberanian, (3) makna persatuan, (4) makna ketentraman dan kedamian, (5) makna ketulusan, (6) makna kesucian.

Downloads

Published

2023-10-26

How to Cite

Djumadin, H. (2023). Makna Rumah Adat Pu’ulele : Sebuah Tinjauan Semiotika. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(5), 5797–5811. Retrieved from http://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/5529