Implementasi K3 di Laboratorium Aspal Teknik Sipil Politeknik Negeri Ambon
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20824Abstract
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di laboratorium merupakan hal krusial untuk mencegah kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan potensi risiko K3 di Laboratorium Aspal Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Ambon, sekaligus menyusun rekomendasi perbaikannya. Metode yang digunakan adalah semi-kuantitatif, dengan pendekatan observasi langsung dan studi pustaka. Risiko dinilai berdasarkan parameter Severity (S), Exposure (E), dan Probability (P). Hasil penelitian menunjukkan terdapat sembilan aktivitas laboratorium yang memiliki potensi bahaya, dengan rincian tingkat risiko sebagai berikut: 2 aktivitas pada kategori Priority 1, 2 aktivitas Substantial, 4 aktivitas Priority 3, dan 1 aktivitas Acceptable. Meskipun sebagian besar risiko berada pada tingkat yang masih dapat diterima, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 di laboratorium belum optimal, seperti belum tersedianya SOP tertulis, minimnya alat pelindung diri (APD), serta belum adanya sistem identifikasi bahaya yang terstruktur.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Billy Christ Mual, Frando Simon Hukom

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







