Permasalahan Umum Dalam Implementasi SIMRS: Perspektif Tenaga Kesehatan Dan Manajemen

Authors

  • Sherly Firsta Rahmi Universitas Hang Tuah Pekanbaru
  • Nur Husna Dewi Universitas Hang Tuah Pekanbaru
  • Budi Hartono Universitas Hang Tuah Pekanbaru
  • Alfani Ghutsa Daud Universitas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20202

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) telah menjadi kebutuhan penting dalam mendukung pelayanan kesehatan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan umum dalam implementasi SIMRS dari perspektif tenaga kesehatan dan manajemen rumah sakit. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap 20 jurnal ilmiah nasional dan internasional yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa hambatan utama dari sisi tenaga kesehatan meliputi kurangnya pelatihan berkelanjutan, desain antarmuka yang tidak ramah pengguna, serta penambahan beban kerja akibat sistem yang tidak terintegrasi. Sedangkan dari sisi manajemen, keterbatasan anggaran, komitmen yang tidak konsisten serta ketergantungan terhadap vendor menjadi faktor penghambat utama. Beberapa literatur juga menunjukkan bahwa implementasi SIMRS yang berhasil umumnya ditunjang oleh pelatihan berkelanjutan, keterlibatan pengguna sejak awal, dan strategi manajemen perubahan yang terencana. Pembahasan dalam penelitian ini menggunakan kerangka HOT-Fit dan Technology Acceptance Model (TAM) untuk menganalisis kompleksitas faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi SIMRS. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi SIMRS membutuhkan pendekatan holistik dengan dukungan organisasi dan sumber daya yang memadai guna memastikan keberhasilan dan keberlanjutan sistem informasi di rumah sakit.

Downloads

Published

2025-08-31

How to Cite

Rahmi, S. F., Dewi, N. H., Hartono, B., & Daud, A. G. (2025). Permasalahan Umum Dalam Implementasi SIMRS: Perspektif Tenaga Kesehatan Dan Manajemen. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(4), 11645–11655. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20202