Karakteristik Ibu Hamil dengan Ketuban Pecah Dini di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v5i3.19731Keywords:
Ketuban pecah diniAbstract
Latar Belakang: Ketuban pecah dini merupakan komplikasi persalinan yang umum terjadi di Indonesia, disertai dengan persalinan lama, kelainan posisi janin seperti presentasi melintang (sungsang), hipertensi, dan perdarahan. Penulisan ini menggunakan desain penulisan deskriptif dengan metode cross-sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data yang dianalisis meliputi data sekunder yang diperoleh dari rekam medis RS UNTAN tahun 2018 sampai dengan 2021. Hasil: Dari 1576 ibu hamil, sebanyak 155 orang (9,8%) mengalami ketuban pecah dini (KPD) dan sebanyak 116 orang diikutsertakan dalam penulisan ini. Partisipan sebagian besar adalah wanita berusia 20-35 tahun (86,2%), pada usia kehamilan cukup bulan (84,5%), ibu baru pertama kali (51,7%), dengan pendidikan sekolah menengah (47,4%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (69,8%), menderita anemia (56,9%), bebas dari infeksi (73,3%), dan diklasifikasikan dalam kategori BMI obesitas (45,7%). Kesimpulan: Demografi wanita hamil yang dominan terdiri dari mereka yang berusia 20-35 tahun, memiliki usia kehamilan cukup bulan, menjadi primigravida, telah mencapai pendidikan sekolah menengah, bekerja sebagai ibu rumah tangga, memperlihatkan anemia, tidak memiliki infeksi, dan diklasifikasikan dalam kategori IMT obesitas.
References
Arifarahmi. (2016). Karakteristik Ibu Bersalin yang di Rujuk dengan Kasus Ketuban Pecah Dini di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Tahun 2013. Scientia Jour, 5(01), 2016.
Dewi, R. S., Apriyanti, F., & Harmia, E. (2020). Hubungan Paritas Dan Anemia Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Di Rsud Bangkinang Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Tambusai , 1(2), 76–84.
Fatimah, S. M. N. (2022). Hubungan Profil Darah Rutin dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini di Rumah Sakit Umum Daerah Batara Siang Pangkep Periode Januari 2019 - Juni 2021. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Idaman, M., Yulia Darma, I., & Zaimy, S. (2020). Hubungan Faktor Risiko Dengan Ketuban Pecah Dini. Jurnal Kesehatan Medika Saintika, 11(1), 111–124. https://doi.org/10.30633/jkms.v11i1.490
Irsam, M., Dewi, A. K., & Wulandari, E. (2017). Jumlah Paritas dan Anemia sebagai Faktor Prediktor Kejadian Ketuban Pecah Dini.
Jesica, F., & Friadi, A. (2019). Hubungan Kadar Kortisol Dan Prostaglandin Maternal Dengan Persalinan Preterm dan Aterm. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 10(1), 21. https://doi.org/10.26751/jikk.v10i1.540
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. In Badan Penulisan dan Pengembangan Kesehatan. Lembaga Penerbit Badan Penulisan dan Pengembangan Kesehatan (LPB).
Kementrian Kesehatan RI. (2018). Laporan Provinsi Kalimantan Barat Riskesdas 2018. In Dinas Kesehatan Kalimantan Barat. Lembaga Penerbit Badan Penulisan dan Pengembangan Kesehatan (LPB).
Lowing, J. G. A., Lengkong, R., & Mewengkang, M. (2015). Gambaran Ketuban Pecah Dini Di RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado. Jurnal E-Clinic, 3(3), 741–744. https://doi.org/10.35790/ecl.3.3.2015.9418
POGI. (2016). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Ketuban Pecah Dini.
Pradana, T. A., & Surya, I. G. N. H. W. (2020). Karakteristik Ibu Bersalin dengan Ketuban Pecah Dini (Aterm & Preterm) di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Periode Juli 2015–Juni 2016. Jurnal Medika Udayana, 9(7), 92–97. https://doi.org/10.24843.MU.2020.V9.i7.P17
Prawiroharjo, S. (2010). Ilmu Kebidanan (A. B. Saifuddin, T. Rachimhadhi, & gulardi H. Wiknjosastro (eds.); 4th ed.). PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Rohmawati, N., & Fibriana, A. I. (2018). Ketuban Pecah Dini di Rumah Sakit Umum Daerah Ungaran. Higea Journal of Public Health Research and Development, 1, 10.
Salam, A., & Helvian, F. A. (2021). Hubungan Antara Kenaikan Berat Badan Selama Kehamilan Dengan Ketuban Pecah Dini di Kab Wajo. IJCNP, 4(1), 74–81.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Naufal Nur Habibi, Emika Prastyan, Wiwik Windarti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







