Evaluasi Kesesuaian Lahan Tambak Budidaya Udang Windu Di Pulau Tarakan

Authors

  • Muhammad Amien Universitas Borneo Tarakan
  • Zainuddin Zainuddin Universitas Borneo Tarakan

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v5i2.18764

Keywords:

kesesuaian lahan, Tambak, udang windu, skoring

Abstract

Evaluasi lahan pada dasarnya adalah membandingkan persyaratan yang diminta oleh suatu penggunaan lahan yang akan diterapkan. Evaluasi kesesuaian lahan sangat penting dilakukan karena lahan memiliki sifat fisik, sosial, ekonomi, dan geografi yang bervariasi atau lahan diciptakan tidak sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan tambak budidaya udang windu di Pulau Tarakan. Penentukan kelas kesesuaian lahan tambak yaitu pengambilan sampel air, tanah tambak, faktor topografi, dan infrastruktur. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Metode pengambilan sampel menggunakan purpossive sampling method. Penyusunan matriks kesesuaian lahan budidaya udang windu dilakukan dengan menggunakan kriteria kesesuaian lahan disusun berdasarkan parameter kualitas lingkungan yang relevan atau sesuai dengan kegiatan budidaya udang windu. Setiap variabel kualitas air, tanah tambak, topografi dan infrastruktur dibagi dalam tiga kelas yaitu sangat sesuai (S1) nilai 3, sesuai (S2) nilai 2, sesuai marjinal (S3) nilai 1. Tingkat kepentingan masing-masing variabel ditentukan dalam bentuk pembobotan (pairwaise comparison, bagian dari AHP).  Penentuan bobot kesesuaian lahan tambak budidaya udang windu ditentukan berdasarkan pendapat pakar dengan menggunakan metode perbandingan berpasangan. Analisis pembandingan berpasangan akan menghasilkan bobot tiap kriteria, disertai dengan nilai rasio konsistensi (CR)<10 %. Berdasarkan hasil perhitungan kesesuain lahan tambak budidaya udang windu di Pulau Tarakan termasuk kategori S1 dan S2. Hal ini menunjukkan bahwa lokasi tambak udang windu dilihat dari parameter tanah, air, topografi dan infrastruktur masih layak digunakan unutk budidaya udang windu.  Namun salah satu parameter kualitas tanah tambak yang harus diperhatikan adalah pH tanah. Oleh karena perlunya dilakukan pengapuran tanah tambak, agar pH tanah memenuhi Baku Mutu berdasarkan Kepmen KP No. 75 Tahun 2016 yaitu >5,5.

 

References

Afrianto E, Liviawaty. 1991. Teknik Pembuatan Tanah Tambak. Kanisius, Yogyakarta.

Amien M, Widiatmaka, Nirmala K, dan Pertiwi S. 2020. Analysis of Water Quality in the River Estuary Assource Water for Tiger Shrimp Farming in Ponds in Bulungan Regency, Province of North Kalimantan. AACL Bioflux,13(2):618- 626. http://www.bioflux.com.ro/aacl.

Amien M, Widiatmaka, Nirmala K, dan Pertiwi S. 2022. Analisis Kualitas Lingkungan dan Produktivitas Tambak Budidaya Udang Windu Sistem Teknologi Tradisional di Kabupaten Bulungan. Saintek Perikanan: Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, 18(2) 93-104. http://ejournal.undip.ac.id/index.php/saintek.

Boyd CE, Wood CW, Thunjai T. 2002. Aquaculture Pond Bottom Soil Quality Management. Pond Dynamics/Aquaculture Collaborative Research Support Program Oregon State University, Corvallis. 45 p.

[DKP] Departemen Kelautan dan Perikanan. 2002. Kriteria Kesesuaian Lahan. Direktur Jenderal Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Departemen Kelautan dan Perikanan. Jakarta.

[DKP] Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Utara. 2016. Potensi dan Ancaman Budidaya Udang Windu di Kalimantan Utara

Effendi H. 2003. Telaah kualitas air. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Kanisius. 255 hlm.

Fahrur M, Makmur, Rachmansyah. 2012. Dinamika Kualitas Air Dan Hubungan Kelimpahan Plankton Dengan Kualitas Air di Tambak Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Prosiding Indoaqua - Forum Inovasi Teknologi Akuakultur. 881-894.

Hardjowigeni S, Widiatmaka. 2007. Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tata Guna Lahan. Gadja Madah University Press. Yogyakarta. 351 hlm

Ilman M, Wiharyanto D, Desyana C. 2009. Kajian Dasar budidaya udang di pesisir Utara Kalimantan Timur bagian Utara. WWF-Indonesia. 35 hlm.

Karthik M, Suri J, Saharan N and Biradar RS. 2005. Brackish water aquaculture site selection in Palghar Taluk, Thane distric of Maharashtra, India, using the techniques of remote sensing and geographical information system. Aquacultural Engineering. 32:285-302.

Kumar P, Jetani KL, Yusuzai SI, Sayani AN, Dar SA, Rather MA. 2012. Effect of Sediment and Water Quality Parameters on The Productivity of Coastal Shrimp Farm. Advances in Applied Science Research. 3 (4):2033-2041.

Kusuma WA, Prayitno SB, Ariyati RW. 2017. Kajian kesesuaian lahan tambak udang vaname (Litopenaeus vannamei)di Kecamatan Cijulang Dan Parigi, Pangandaran, Jawa Barat dengan penerapan aplikasi Sistem Informasi Geografis. Journal of Aquaculture Management and Technology. 6 (4):255-263.

Makmur, Rachmansyah, Fahrur M. 2011. Hubungan Antara Kualitas Air dan Plankton di Tambak Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur. Hal 961-968.

Marimin, Maghfiroh N. 2011. Aplikasi Teknik Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Rantai Pasok. Bogor (ID): IPB Press. 280.

Mustafa A, Hasnawi, Admi A, Abbas S, Syamsu AA. 2014. Karakteristik, Kesesuaian, dan Pengelolahan Lahan Untuk Budidaya di Tambak Kabupaten Pahuwato Provinsi Gorontalo. Jurnal Riset Akuakultur. Penerbit Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya, Jakarta.

Mustafa A, Sammut J. 2007. Effect of different remediation techniques and dosages of phosphorus fertilizer on soil quality and klekap production in acid sulfate soil affected aquaculture ponds. Indonesian Aquaculture Journal. 2(2):141-157.

Mustafa A. 2008. Disain, tata letak, dan konstruksi tambak. Media Akuakultur. 3(2):166-174. Mustafa A, Hasnawi, Admi A, Abbas S, Syamsu AA. 2014. Karakteristik, Kesesuaian, dan Pengelolahan Lahan Untuk Budidaya di Tambak Kabupaten Pahuwato Provinsi Gorontalo. Jurnal Riset Akuakultur. Penerbit Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya, Jakarta.

Mustafa A. 2012. Kriteria kesesuaian lahan untuk berbagai komoditas di tambak. Media Akuakultur. 7(2):108-118.

Nugra B, Wardiyanto, Supono. 2019. Evaluation of the Pond Sediment Quality of Black Tiger Shrimp (Penaeus monodon) Cultivation in Margasari Village Labuhan Maringgai District Lampung Timur Regency. E-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan. 8 (2): 859-868.

Pantjara B, Utojo, Aliman, Mangampa M. 2008. Kesesuaian lahan budidaya tambak di Kecamatan Watubangga Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Jurnal Riset Akuakultur. 3(1): 123-135. doi.org/10.15578/jra.3.1.2008.123-135.

[PERMEN-KP] Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan. 2016 Tentang Pedoman Umum Pembesaran Udang Windu (Penaeus monodon) dan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei). 43 hal

[PERMEN-PUPR] Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 21 Tahun 2015 tentang Eksploitasi Dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tambak. 77 hal

Poernomo A. 1988. Paket teknologi tanah masam di tambak. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 4(4):100-103.

Poernomo A. 1992. Pemilihan Lokasi Tambak Udang Yang Berwawasan Lingkungan. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan

Pribadi1 AS, Syahrir MR, Ghitarina. 2022. Produksi Dan Konsumsi Oksigen Zona Atas Dan Bawah Secchi Disk Di Waduk Benanga Samarinda. Tropical Aquatic Sciences. 1(2):7-15

Prihadi TH, Johan O, Saputra A, Radiarta IN. 2006. Pemetaan Kelayakan Lahan Budi Daya Ikan Laut di Kecataman Moro, Kepulauan Riau: Dengan Pendekatan Sistem Informasi Geografis. Jurnal Riset Akuakultur. 1(2): 291-301.

Rachmansyah, Mustafa A. 2011. Evaluasi kesesuaian lahan aktual tambak yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. J. Ris. Akuakultur. 6(2):311-324.

Ramadhani F, Purnawan S, Khairuman T. 2016. Analisis kesesuaian parameter perairan terhadap Komoditas tambak menggunakan System Informasi Geografis (SIG) di Kabupaten Pidie Jaya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah. 1 (1):160-168

Ratnawati E, Hasnawi, Akhmad M. 2014. Kesesuaian lahan aktual untuk budidaya udang windu di tambak Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Riset Akuakultur. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya. 9(1):151-168.

Ristiyani D. 2012. Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Budidaya Perikanan Tambak di Pesisir Kendal. Journal Universitas Semarang. 1(1):12-18.

Rossiter DG. 1996. A. theoretical framework for land evaluation. Geoderma. 72: 165-202.

Saaty TL. 1977. A Scaling Method for Priorities in Hierarchical Structures. Journal of Mathematical Psychology. 15: 234-281.

Setyawan R, Setiyono H, Rochaddi B. 2017. Studi rip current di Pantai Taman Kabupaten Pacitan. J. Oseanografi. 6(4):639-649.

Soundarapandian P, Ramanan V, Dinakaran GK. 2010. Effect of probiotics on the growth and survival of Penaeus monodon (Fabricius). Journal of Social Sciences. 2(2): 51-57.

Sriyanto, Sanjoto B, Tjaturahono. 2018. Arahan komoditas unggulan perikanan tambak di Pesisir Kabupaten Kendal (evaluasi kesesuaian lahan budidaya perikanan tambak). J. Geografi. 14(2): 66-74.

Sudarmo BM, dan Ranoemihardjo BS. 1992. Rekayasa tambak. Penebar Swadaya.115 hal.

Sugito NT, Sugandi D. 2008. Urgensi penentuan dan penegakan hukum kawasan sempadan pantai. J. Geografi. 8(2):1-12. doi: https://doi.org/10.17509/gea.v8i2.1703.g1154.

Supono. 2015. Evaluasi kualitas sedimen beberapa tambak udang di Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung. Aqua Sains (J. Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan). (3)2:247-252.

Susetyo AD, Santoso EB. 2016. Kesesuaian lahan perikanan tambak berdasarkan faktor-faktor daya dukung fisik di Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Teknik. 5(1):18-22.

Utojo, Mustafa A, Rachmansyah, Hasnawi. 2009. Penentuan lokasi pengembangan budidaya tambak berkelanjutan dengan aplikasi Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Lampung Selatan. J. Ris. Akuakultur. 4(3):407-423.

Utojo, Ratnawati E. 2013. Kajian kesesuaian lahan budidaya tambak di wilayah pesisir Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan dengan aplikasi sistem informasi geografis. J. Ris. Akuakultur. 8 (3):479-491.

Widiatmaka, Ambarwulan W, Riadi B, Nahib I, Budhiman S, Halim A. 2014. spatial multi criteria land evaluation and remote sensing for area delineation of shrimp pond culture revitalization in Mahakam Delta, Indonesia. 12th Biennial Conference of Pan Ocean Remote Sensing Conference (PORSEC 2014) 04-07 November 2014, Bali-Indonesia. 839-847.

Widiatmaka, Ambarwulan W, Setiawan Y, Purwanto MYJ, Taryono, Effendi H. 2015. Land use planning for barckish water shrimp ponds in the North Coast of Tuban, Indonesia. Indonesian Journal of Geography. Faculty of Geography UGM and The Indonesian Geographers Association. 47(2): 194-211.

Wiradisastra US, Widiatmaka, M Ardiansah, Nirmala K. 2004. Suitability of marine culture, Jakarta: Center For Survey Marine Resources. Geospasial Information Agency.

[WWF] World Wide Fund for Nature. 2019. Studi kelangsungan hidup (SR) udang windu (Penaeus monodon) pada tambak ekstensif (tradisional) di Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. 71 hal. (Tidak dipublikasikan).

Yustiningsih N. 1997. Aplikasi informasi geografis dalam evaluasi kesesuaian lahan untuk perikanan tambak dan potensi pengembangannya di Teluk Banten. Dalam: Karsidi, (ed.), Remote Sensing and Geographic Information System, Year Book 96/97. BPPT, Jakarta. 256-270.

Downloads

Published

2025-04-26

How to Cite

Amien, M., & Zainuddin, Z. (2025). Evaluasi Kesesuaian Lahan Tambak Budidaya Udang Windu Di Pulau Tarakan. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(2), 3619–3636. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i2.18764

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)