Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bataraguru Kota Baubau

Authors

  • Nikmah Saro STIKES IST Buton
  • Rina inda Sari STIKES IST Buton
  • Isra Yana STIKES IST Buton
  • Ainun Kususma W STIKES IST Buton

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v4i3.14943

Abstract

Kejadian Stunting meningkat setiap tahunnya terutama di Puskesmas Bataraguru. Observasi awal ditemukan 3 aspek yang masih menjadi fenomena kejadian Stunting adalah riwayat penyakit infeksi, sanitasi dasar dan pola asuh pemberian makan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko hubungan kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Bataraguru tahun 2024.

Metode penelitian dengan rancangan case control study menggunakan teknik purposive sampling dengan matching pada umur dan sampel sebanyak 30 kelompok kasus serta 30 kelompok kontrol.

Hasil penelitian menunjukkan variabel riwayat penyakit infeksi dengan nilai (OR 10,111) dan (C 0,512), sanitasi dasar dengan nilai  (OR 2,667) dan (C 0,216) serta pola asuh pemberian makan dengan nilai (OR 2,250) dan (C 0,126) merupakan faktor berisiko hubungan terhadap kejadian Stunting pada Balita di wilayah kerja Puskesmas Bataraguru.

Kesimpulan adalah riwayat penyakit infeksi merupakan faktor paling berisiko dengan hubungan sangat kuat terhadap kejadian Stunting serta sanitasi dasar dan pola asuh pemberian makan berisiko dengan hubungan sangat lemah terhadap kejadian Stunting.

Kata Kunci: Stunting, Riwayat Penyakit Infeksi, Sanitasi Dasar, Pola Asuh Pemberian Makan

Downloads

Published

2024-06-30

How to Cite

Saro, N., Sari, R. inda, Yana, I., & W, A. K. (2024). Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bataraguru Kota Baubau. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(3), 19013–19020. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i3.14943