Strategi Pendidikan Agama Kristen Untuk Menolong Keluarga Yang Berbeda Iman Di Jemaat GSJA Filipi Klaten
DOI:
https://doi.org/10.31004/innovative.v4i4.13811Abstract
Pernikahan akan menjadi Bahagia apabila ada kesepakatan diawal yang dibangun berdasarkan cinta dan saying, namun dalam beberapa kasus pernikahan banyak yang terja dengan latar belakang yang berbeda salah satunya adalah perbedaan iman atau keyakinan. Dalam artikel ini, membahasa mengenai strategi pendidikan agama kristen untuk menolong keluarga yang memiliki pasangan hidup yang berbeda iman, di jemaat gsja filipi klaten. Metode penelitian yang digunakan dalam peenelitian ini adalah Metode penelitian Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tekanan-tekanan yang dialami oleh pasangan berbeda iman dalam hal ini Tantangan komunikasi dan pemahaman, Nilai-nilai dan praktik iman yang sulit dilakukan oleh pasangan berbeda iman, Konflik identitas iman pada anak-anak dalam pernikahan berbeda iman, Strategi Pendidikan Agama Kristen (PAK) untuk mengatasi permasalahan pasangan hidup berbeda iman. Teori Welly Pandensolang berdasarkan 1 Korintus 7:12-16 memberikan solusi untuk mempertahankan pernikahan, mengubah pasangan menjadi percaya kepada Yesus, membawa anak-anak beriman kepada Kristus, dan kemungkinan perceraian jika pasangan yang tidak beriman menolak Yesus dan meminta bercerai.







